Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Agustus 2010

stand


TIDAK lama lagi, kaum muslim di pelbagai penjuru dunia akan memasuki bulan suci Ramadhan 1431 H. Perasaan suka-cita membahana dalam sanubari menyambut kedatangannya.

Seperti tamu agung, Ramadhan adalah ‘tamu’ yang selalu dinanti kedatangannya, bahkan dalam sebuah hadits disebutkan jika sesorang mengetahui keutamaan yang ada dalam Ramadhan, tentu ia akan mengharap setiap hari adalah Ramadhan.

Meskipun begitu, menyambut bulan turunnya Al-Quran ini perlu melakukan persiapan agar pelaksanaan  puasa berlangsung khidmat dan penuh hikmah. Layaknya orang yang akan melangsungkan perjalanan ke suatu tempat, perlu menyiapkan bekal, seperti itu pula saat hendak melaksanakan perjalanan ke ‘negeri’ Ramadhan.

Pertama, persiapan ilmu. Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan pengetahuan seputar syarat sah, sunnah-sunnah, dan hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Ilmu menjadi penting sebagai syarat pertama, sebab seseorang diharapkan telah mengetahui jauh sebelum berucap dan beramal, termasuk dalam soal berpuasa.

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani menyebut empat penyebab lenyapnya satu demi satu ajaran agama, salah satunya karena, “Innakum Ta`maluuna bimaa laa ta`lamuun [Kalian mengamalkan sesuatu tanpa ilmu].”